Prof.Ir. Saswinadi Sasmojo, M.Sc.,Ph.D.
Prof.Ir.
Prof.Ir. Saswinadi Sasmojo, M.Sc.,Ph.D.
Prof.Ir.
Jabatan
Direktur PI Del (2004-2009)
Departemen/Prodi
Pimpinan
Biografi
Prof. Saswinadi Sasmojo, memulai karirnya sebagai Dosen di ITB sejak tahun 1963 dan menerima gelar profesor pada tahun 1996. Sejak tahun 2001, Saswinadi diangkat menjadi anggota Dewan Penasihat (BOG) Yayasan Del. Beliau mengundurkan diri sebagai anggota BOG Yayasan Del pada tahun 2004, untuk menjabat sebagai Direktur PI Del.
Saswinadi adalah lulusan doktor dalam bidang Teknik Kimia dari Ohio State University pada tahun 1969. Beliau adalah anggota aktif Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia, American Association for the Advancement of Science, Asian Energy Institute, International Institute of Energy Economist, Komite Nasional Indonesia –World Energy Council, Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia, Masyarakat Kelistrikan Indonesia, dan Persatuan Insinyur Indonesia. Sarwinadi pernah menjabat Senior Advisor of the Energy Research and Development Group dan Head of the Center for Research on Energy di Institut Teknologi Bandung. Selain masih aktif di ITB, beliau saat ini perperan sebagai perancang Teknik Bioproses di Fakultas Bioteknologi IT Del.
Saswinadi menekankan peningkatan cara berpikir yang terstruktur, sistem administrasi yang teratur, dan kehidupan sosial kampus yang menyemai diskusi intelektual. Beliau terkenal memberikan nasihat agar para mahasiswa mencintai ilmu pengetahuan dan teknologi. Salah satu nasihat beliau adalah ungkapan "Sate Soto Mate Na Oto", yang artinya kalau orang bodoh, maka matilah dia dalam kemelaratan. Sikap malas belajar atau merasa pintar adalah perangai yang sangat buruk karena pengetahuan yang miskin membuat pikiran maupun tindakannya banyak menimbulkan masalah bagi orang lain. Karena itulah, PI Del perlu mendorong orang untuk rajin belajar menjadi cerdas dan menghindari kebodohan supaya tidak sengsara hidupnya.
Saswinadi menerbitkan buku berjudul "Pengindustrian Inteligensi: Landasan Untuk Memerdekakan Indonesia Dalam Berteknologi dan Berindustri" pada tahun 2017. Buku ini merangkum gagasan Saswinadi terkait upaya-upaya meningkatkan kapasitas nasional dalam sains dan teknologi dan meningkatkan berfungsinya sains dan teknologi di dalam tata kehidupan bermasyarakat. Kedua upaya tersebut berdasarkan pada kemampuan intelegensi insan Indonesia yang melahirkan khazanah ilmu pengetahuan dan keterampilan berteknologi serta berindustri, yang pada akhirnya membawa masyarakat Indonesia lebih mampu mewujudkan kesejahteraan bersama secara mandiri.
Saswinadi adalah lulusan doktor dalam bidang Teknik Kimia dari Ohio State University pada tahun 1969. Beliau adalah anggota aktif Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia, American Association for the Advancement of Science, Asian Energy Institute, International Institute of Energy Economist, Komite Nasional Indonesia –World Energy Council, Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia, Masyarakat Kelistrikan Indonesia, dan Persatuan Insinyur Indonesia. Sarwinadi pernah menjabat Senior Advisor of the Energy Research and Development Group dan Head of the Center for Research on Energy di Institut Teknologi Bandung. Selain masih aktif di ITB, beliau saat ini perperan sebagai perancang Teknik Bioproses di Fakultas Bioteknologi IT Del.
Saswinadi menekankan peningkatan cara berpikir yang terstruktur, sistem administrasi yang teratur, dan kehidupan sosial kampus yang menyemai diskusi intelektual. Beliau terkenal memberikan nasihat agar para mahasiswa mencintai ilmu pengetahuan dan teknologi. Salah satu nasihat beliau adalah ungkapan "Sate Soto Mate Na Oto", yang artinya kalau orang bodoh, maka matilah dia dalam kemelaratan. Sikap malas belajar atau merasa pintar adalah perangai yang sangat buruk karena pengetahuan yang miskin membuat pikiran maupun tindakannya banyak menimbulkan masalah bagi orang lain. Karena itulah, PI Del perlu mendorong orang untuk rajin belajar menjadi cerdas dan menghindari kebodohan supaya tidak sengsara hidupnya.
Saswinadi menerbitkan buku berjudul "Pengindustrian Inteligensi: Landasan Untuk Memerdekakan Indonesia Dalam Berteknologi dan Berindustri" pada tahun 2017. Buku ini merangkum gagasan Saswinadi terkait upaya-upaya meningkatkan kapasitas nasional dalam sains dan teknologi dan meningkatkan berfungsinya sains dan teknologi di dalam tata kehidupan bermasyarakat. Kedua upaya tersebut berdasarkan pada kemampuan intelegensi insan Indonesia yang melahirkan khazanah ilmu pengetahuan dan keterampilan berteknologi serta berindustri, yang pada akhirnya membawa masyarakat Indonesia lebih mampu mewujudkan kesejahteraan bersama secara mandiri.